Cara menyusun inventaris tiang, bak kontrol, dan objek lapangan
Inventaris bernilai pada atributnya; koordinat hanyalah alamat dari catatan itu.
Poin penting di lapangan
- Daftar kolom disetujui sebelum berangkat.
- Penomoran harus tunggal dan konsisten.
- Daftar pilihan lebih baik daripada teks bebas.
- Satu foto menutup separuh pertanyaan.
- Hasil ekspor harus masuk ke basis data.
Apa yang sebenarnya dikumpulkan
Bukan titik, melainkan keterangan tentang objeknya: jenis, bahan, kondisi, nomor inventaris. Koordinat dibutuhkan agar keterangan itu menemukan tempatnya di peta.
Penomoran sejak awal
Satu skema untuk seluruh pekerjaan, ditetapkan sebelum berangkat. Dua regu dengan aturan sendiri menghasilkan duplikat yang kemudian dibereskan manual.
Batasi isiannya
Menu pilihan untuk jenis dan kondisi menghemat satu hari pembersihan. Teks bebas pada kolom bahan menghasilkan lima ejaan untuk hal yang sama.
Bagaimana masuk ke basis data
Sepakati nama kolomnya lebih dulu dan keluarkan sebagai GeoJSON atau CSV dengan nama yang sama. Dengan begitu pemuatannya tidak perlu pemetaan kolom manual.
Coba langkah-langkah ini di ponsel Anda sendiri.
MapLab Survey menangani perekaman titik RTK/GNSS, penggambaran, perhitungan luas dan volume serta konversi koordinat, lalu mengekspor ke DXF, KML/KMZ, GeoJSON, Shapefile, GeoPackage, NCZ atau CSV. Perekaman, perhitungan, dan ekspor bekerja tanpa koneksi. Koreksi NTRIP langsung dan peta dasar daring memerlukan sambungan.
Pertanyaan umum
Berapa kolom yang dibuat?
Sebanyak yang benar-benar akan diisi; umumnya lima sampai delapan.
Bisakah bekerja tanpa jaringan?
Bisa, sinkronisasi dilakukan kemudian.
Perlukah foto?
Perlu, foto membuktikan kondisi objek pada tanggal itu.
Rujukan teknis
The field guidance in this article is aligned with the technical and official references below.
Terkait: Pengumpulan data GIS · Koordinat pada foto · Ekspor ke QGIS dan CAD · MapLab Survey