Mengimpor koordinat dari CSV: daftar titik, kolom, EPSG, dan pemeriksaan
CSV hampir selalu berhasil diimpor; pertanyaannya apakah titiknya jatuh di tempat yang dibutuhkan.
Poin penting di lapangan
- Satu baris judul, lalu hanya data.
- Tanda desimalnya titik.
- Pemetaan kolom ditetapkan manual.
- Sistem koordinat tidak tersimpan di berkas.
- Periksa dengan melihat keseluruhan di peta.
Menyiapkan berkas
Baris judul lalu data, tanpa baris kosong maupun sel gabungan. Komentar dan total di bawah lembar harus dihapus: proses impor menganggapnya titik.
Pemisah dan tanda
Kalau tanda desimalnya koma, pisahkan kolomnya dengan titik koma. Kalau tidak, satu koordinat pecah menjadi dua kolom dan seluruh berkasnya bergeser.
Arti tiap kolom
Nyatakan secara jelas mana timur, mana utara, dan mana tinggi. Pengenalan otomatis paling sering keliru justru pada koordinat proyeksi.
Periksa setelah impor
Lihat semua titik sekaligus. Satu titik yang jauh dari yang lain hampir selalu salah ketik satu angka, dan itu terlihat pada pandangan pertama.
Coba langkah-langkah ini di ponsel Anda sendiri.
MapLab Survey menangani perekaman titik RTK/GNSS, penggambaran, perhitungan luas dan volume serta konversi koordinat, lalu mengekspor ke DXF, KML/KMZ, GeoJSON, Shapefile, GeoPackage, NCZ atau CSV. Perekaman, perhitungan, dan ekspor bekerja tanpa koneksi. Koreksi NTRIP langsung dan peta dasar daring memerlukan sambungan.
Pertanyaan umum
Kolom minimum apa yang dibutuhkan?
Nama, X, dan Y; tinggi bila diperlukan.
Bagaimana menetapkan sistem koordinatnya?
Dipilih saat impor, tidak tersimpan di berkas.
Mengapa satu titik terlempar jauh?
Biasanya kelebihan atau kekurangan satu angka.
Rujukan teknis
The field guidance in this article is aligned with the technical and official references below.
Terkait: Daftar CSV untuk stake out · Koordinat dari Excel · Menuju koordinat · MapLab Survey