Tinggi ortometrik, tinggi elipsoid, dan geoid
Penerima mengukur satu jenis tinggi, proyek memakai jenis lain, dan selisihnya bisa puluhan meter.
Poin penting di lapangan
- GNSS mengukur tinggi di atas elipsoid.
- Proyek memakai tinggi di atas geoid.
- Selisihnya mencapai puluhan meter.
- Dibutuhkan model geoid untuk mengonversi.
- Beda tinggi jauh lebih tahan terhadap galat ini.
Dua permukaan acuan
Elipsoid adalah bentuk matematis, sedangkan geoid mengikuti gravitasi sebenarnya dan menjadi acuan tinggi di atas permukaan laut. Penerima mengukur terhadap yang pertama.
Seberapa besar selisihnya
Undulasi geoid mencapai puluhan meter tergantung wilayah. Ini bukan galat alat: keduanya memang besaran yang berbeda.
Cara mengonversinya
Dibutuhkan model geoid, global atau nasional. Mutu tinggi akhir bergantung pada mutu model itu sama besarnya dengan pada penerima.
Mengapa beda tinggi lebih tahan
Pada jarak pendek undulasi berubah sedikit dan sebagian besar saling meniadakan saat dikurangkan. Karena itu beda tinggi lebih dapat dipercaya daripada tinggi mutlak, dan untuk drainase maupun perataan justru beda tinggi itulah yang dibutuhkan.
Coba langkah-langkah ini di ponsel Anda sendiri.
MapLab Survey menangani perekaman titik RTK/GNSS, penggambaran, perhitungan luas dan volume serta konversi koordinat, lalu mengekspor ke DXF, KML/KMZ, GeoJSON, Shapefile, GeoPackage, NCZ atau CSV. Perekaman, perhitungan, dan ekspor bekerja tanpa koneksi. Koreksi NTRIP langsung dan peta dasar daring memerlukan sambungan.
Pertanyaan umum
Mengapa tinggi dari GNSS terlihat aneh?
Karena diukur terhadap elipsoid, bukan geoid.
Seberapa besar selisihnya?
Bisa puluhan meter tergantung wilayah.
Bagaimana mendapat tinggi yang benar?
Dengan menerapkan model geoid yang sesuai.
Rujukan teknis
The field guidance in this article is aligned with the technical and official references below.
Terkait: Profil ketinggian · Ketelitian RTK GNSS · MapLab Survey