Tampilan 3D medan: memahami kemiringan dan alur di ponsel
Tampilan tiga dimensi menjawab pertanyaan ke mana air mengalir lebih cepat daripada angka mana pun.
Poin penting di lapangan
- 3D menampilkan bentuk, bukan elevasi.
- Pembesaran tegak menyesatkan kecuraman.
- Model mencakup vegetasi dan bangunan.
- Berguna untuk memilih lokasi dan akses.
- Untuk proyek dibutuhkan pengukuran.
Untuk apa ini berguna
Memahami di mana punggungannya, ke mana air mengalir, dan di mana lereng menjadi tidak bisa dilalui. Pada peta datar hal itu terbaca lebih lambat, terutama tanpa pengalaman membaca kontur.
Hati-hati dengan kecuramannya
Banyak tampilan memakai pembesaran tegak, sehingga lerengnya terlihat dua kali lebih curam dari kenyataan. Periksa kemiringannya dengan angka, bukan dengan mata.
Apa yang sebenarnya Anda lihat
Model medan global menggambarkan permukaan berikut hutan dan bangunannya. Di hutan, gambar tiga dimensinya menampilkan pucuk tajuk, bukan tanahnya.
Di mana batasnya
Untuk memilih lokasi, merencanakan akses, dan berbicara dengan pemberi kerja, ini cukup. Elevasi rencana dan volume hanya dihitung dari pengukuran lapangan.
Coba langkah-langkah ini di ponsel Anda sendiri.
MapLab Survey menangani perekaman titik RTK/GNSS, penggambaran, perhitungan luas dan volume serta konversi koordinat, lalu mengekspor ke DXF, KML/KMZ, GeoJSON, Shapefile, GeoPackage, NCZ atau CSV. Perekaman, perhitungan, dan ekspor bekerja tanpa koneksi. Koreksi NTRIP langsung dan peta dasar daring memerlukan sambungan.
Pertanyaan umum
Perlu internet untuk tampilan 3D?
Data medannya sebaiknya diunduh lebih dulu.
Mengapa lerengnya tampak lebih curam?
Karena pembesaran sumbu tegak.
Bisakah menghitung volume dari 3D?
Tidak, untuk itu dibutuhkan pengukuran permukaan.
Rujukan teknis
The field guidance in this article is aligned with the technical and official references below.
Terkait: Profil ketinggian · Menghitung kemiringan · Membaca garis kontur · MapLab Survey