Bagaimana pengukuran lahan dilakukan: ponsel, RTK, KML, dan penyerahan
Urutan lengkap pengukuran lahan: persiapan, pemilihan metode, menyusuri batas, kontrol, dan penyerahan hasil.
Pertanyaan lapangan langsung: pengecekan persil, membuka KML, mengukur lahan, menghitung luas, dan menuju sebuah koordinat.
Pertanyaan lapangan langsung: pengecekan persil, membuka KML, mengukur lahan, menghitung luas, dan menuju sebuah koordinat.
Urutan lengkap pengukuran lahan: persiapan, pemilihan metode, menyusuri batas, kontrol, dan penyerahan hasil.
Aplikasi lapangan untuk pengukuran: ukuran, layer, koordinat, laporan, dan ekspor ke CAD serta GIS.
Ikhtisar metode pengukuran lahan: drone, RTK GNSS, total station, dan ponsel, beserta ketelitian, biaya, dan penggunaannya.
Mengukur lahan pertanian: menyusuri batas, luas dalam hektare, keliling, ekspor, dan verifikasi.
Mengukur kavling: sudut, luas, beda antara batas fisik dan batas hukum, serta dokumennya.
Mengukur luas dan keliling di lapangan: menyusuri batas, menggambar di peta, satuan, dan ekspor.
Menggambar poligon di lapangan dan di peta: simpul, penutupan kontur, penyuntingan, luas, dan ekspor.
Aplikasi pengukuran lahan gratis: luas, jarak, koordinat, ekspor KML dan DXF, serta kerja luring.
Mengukur keliling kavling: menyusuri batas, panjang tiap sisi, perhitungan pagar, dan ekspor hasil.
Mengukur keliling lahan: menyusuri batas, panjang tiap sisi, perhitungan pagar dan pagar hidup, serta ekspor.
Mengukur jarak antara dua titik: lewat peta, lewat koordinat, dan dengan meteran, beserta perbedaan dan verifikasinya.
Mengukur jarak antara dua titik: garis lurus atau lewat jalan, mendatar atau mengikuti permukaan, dan verifikasi hasil.
Cara mengukur lahan dengan ponsel: persiapan, menyusuri batas, sudut, kontrol, dan ekspor.
Menghitung luas lahan pertanian dan mengonversi satuan: hektare, are, acre, satuan lokal, dan verifikasi hasil.
Mengukur lahan di Google Earth: ketelitian citra, umur perekaman, ekspor KML, dan verifikasi di lokasi.
Mengambil koordinat dari Google Maps: format, urutan sumbu, ketelitian, pemindahan ke aplikasi lapangan, dan verifikasi.
Mencapai lahan tanpa alamat: menyiapkan koordinat, peta luring, jalan masuk, dan pemeriksaan di lokasi.
Menentukan batas lahan: penguasaan fisik, data acuan, garis hukum, dan apa yang sebenarnya ditampilkan aplikasi.
Mengukur batas kavling untuk pagar: panjang sisi, sudut, jarak mundur, perhitungan material, dan verifikasi.
Membuka berkas KML di ponsel: letak berkasnya, dibuka dengan apa, cara menangani KMZ, dan mengapa gagal terbuka.
Mengirim KML lewat aplikasi pesan: cara menjaga ekstensinya, menangani arsip, dan membukanya di sisi penerima.
Membuat berkas KML: titik, garis, poligon, nama dan keterangan, serta pemeriksaan sebelum dikirim.
Mengapa KML tidak terbuka di ponsel: ekstensi, arsip, berkas rusak, pengodean, dan cara mengimpornya.
Menghitung luas dari berkas KML: impor, penutupan kontur, satuan, proyeksi, dan verifikasi.
Perbedaan KML dan KMZ: kompresi, berkas sertaan, ukuran, dan mana yang dipilih untuk pengiriman.
Mengunduh peta luring: area mana yang diambil, berapa besarnya, apa yang berjalan tanpa jaringan dan apa yang tidak.
Bekerja di lapangan tanpa internet: apa yang disiapkan, apa yang berjalan luring, cara menyimpan data, dan kapan menyinkronkan.
Merekam posisi berikut foto di lapangan: apa yang difoto, cara memberi catatan, dan cara menyusunnya menjadi laporan.
Menautkan koordinat pada foto lapangan: geotag, ketelitian, keterangan, dan penyusunan laporan foto.
Menyusun laporan foto bergeoreferensi: apa yang difoto, cara memberi keterangan, data apa yang disertakan, dan cara menatanya.
Merekam rute pendakian: jejak, titik penting, panjang, perolehan ketinggian, dan berbagi lewat KML.
Merekam jalan masuk ke lokasi: jejak, titik penting, kelayakan lintas, dan pembagian rutenya lewat KML.
Mendapatkan koordinat sebuah titik dan menyampaikannya: format, urutan sumbu, sistem koordinat, dan kesalahan umum.
Mengonversi koordinat antara WGS84, UTM, dan sistem lokal: zona, datum, kode EPSG, dan verifikasi hasil.
Kesalahan format koordinat yang khas: urutan sumbu, datum, zona, tanda desimal, dan cara mengenalinya dengan cepat.
Mengonversi koordinat antara derajat-menit-detik dan derajat desimal: rumus, tanda, dan kesalahan yang khas.
Mengubah lintang dan bujur menjadi UTM: pemilihan zona, datum, ketelitian konversi, dan verifikasi.
Memasukkan koordinat UTM dan mendatangi titiknya: zona, datum, panduan, toleransi, dan pemasangan patok.
Navigasi menuju koordinat: memasukkan sasaran, jarak dan arah, perilaku di dekat titik, dan toleransi.
Koordinat UTM: arti timur dan utara, peran zona, dan mengapa nilai timur selalu enam angka.
Mengimpor daftar koordinat dari Excel ke peta: kolom, pemisah, sistem koordinat, dan pemeriksaan titik.
Mengimpor koordinat dari CSV: menyiapkan berkas, urutan kolom, pemisah, sistem koordinat, dan pemeriksaan titik.
Mengukur ketinggian dengan ponsel: tinggi GNSS, barometer, model medan, dan kapan tidak boleh dipercaya.
Menghitung beda tinggi antara dua titik, kemiringan dalam persen, dan arah aliran air, berikut verifikasinya.
Garis kontur pada peta: interval, kecuraman lereng, punggungan dan lembah, membaca relief di lapangan.
Membawa titik ke lapangan dan memancangkan patok: panduan, toleransi, pengukuran ulang, dan foto.
Menandai titik di lapangan: memilih cara, keawetan, penomoran, foto, dan pencatatan koordinat.
Membagikan hasil pengukuran lewat tautan: apa yang dilihat penerima, bedanya dengan berkas, dan kapan berkas dibutuhkan.
Menyusuri batas lahan berjalan kaki: irama, titik di sudut, jarak dari tepi, kesalahan, dan verifikasi.
Pengukuran trase pipa: simpul dan belokan, kedalaman tanam, perlintasan, panjang sebenarnya, dan penyerahan.
Inventaris objek titik: struktur kolom, penomoran, foto, kerja luring, dan pengeluaran ke basis data.
Merekam titik pengambilan sampel di lapangan: penomoran, kedalaman, foto, kaitan dengan laboratorium, dan ekspor data.
Menghitung luas lahan dalam meter persegi dan hektare: menyusuri batas, satuan, kemiringan, dan verifikasi.
Keandalan pengukuran luas dengan ponsel: ketelitian nyata, dampaknya pada hasil, dan kapan perlu penerima.
Memasukkan koordinat dan mendatangi titiknya: sistem, pendekatan akhir, toleransi, dan pemasangan patok.
Membuka berkas DXF di ponsel: sistem koordinat, satuan, layer, dan penempatan di atas peta.
Menyiapkan daftar koordinat CSV untuk stake out: kolom, pemisah, penomoran, sistem, dan verifikasi.
Menghitung kemiringan lahan: rumus, satuan, pemilihan dasar pengukuran, dan verifikasi hasil.
Menghitung luas lahan pertanian dalam hektare dan are: menyusuri batas, proyeksi, satuan, dan verifikasi.
Penyebab penyimpangan sinyal GPS: pantulan, tajuk pohon, permukiman, atmosfer, dan geometri satelit.
Koneksi NTRIP terputus di lapangan: penyebab, diagnosis cepat, bekerja tanpa koreksi, dan menjaga data.
Bila RTK tidak masuk fixed: memeriksa koreksi, koneksi, kondisi penerimaan, jarak ke base, dan pengaturan.
Menghubungkan penerima RTK GNSS eksternal ke ponsel lewat Bluetooth: penyandingan, NMEA, koreksi NTRIP, dan verifikasi.
Menyiapkan formulir kontrol lapangan: susunan kolom, daftar pilihan, foto, kerja luring, dan ekspor.
Mengirim dan mencadangkan berkas proyek: apa isinya, cara mengirimkannya, dan cara memulihkannya.
Menghitung volume pekerjaan tanah: pengukuran permukaan, elevasi rencana, pengembangan, pengangkutan, dan kontrol.
Mengekspor data lapangan ke QGIS, AutoCAD, dan program lain: format, layer, sistem koordinat, dan verifikasi.
Skema penamaan layer pada proyek lapangan: susunan nama, versi, tanggal, dan manfaatnya saat penyerahan.
Kontrol stake out di lokasi proyek: pemeriksaan posisi, as, dan elevasi, dokumentasi foto, serta berita acara.
Pengukuran objek memanjang: stasiun, sudut belok, perlintasan, panjang sebenarnya, dan penyerahan hasil.
Merekam jejak GPS dan mengukur panjang rute: frekuensi perekaman, derau, penyaringan, dan ekspor.
MapLab Survey menangani perekaman titik RTK/GNSS, penggambaran, perhitungan luas dan volume serta konversi koordinat, lalu mengekspor ke DXF, KML/KMZ, GeoJSON, Shapefile, GeoPackage, NCZ atau CSV. Perekaman, perhitungan, dan ekspor bekerja tanpa koneksi. Koreksi NTRIP langsung dan peta dasar daring memerlukan sambungan.